Friday, March 10, 2017

Raida V Lampung Kenangan Tak Terlupakan

Kali ini Diffen Ayu Prameswari, seorang pramuka asal Lampung, akan berbagi Pengalaman Bersama Pramuka saat mengikuti Raimuna Daerah V Kwarda Lampung. Pertemuan pramuka terakbar untuk pramuka penegak dan pandega se-provinsi Lampung ini digelar pada 18-24 Desember 2016 di bumi perkemahan Rajabasa, Bandarlampung. Yuk simak serunya pengalaman Diffen Ayu Prameswari.

-----

Raimuna Daerah V Lampung merupakan kegiatan perkemahan dengan jumlah peserta terbanyak sehingga menjadi kegiatan terbesar dalam sejarah perkemahan di Lampung. Perkemahan yang digelar di Bumi Perkemahan Rajabasa, Bandar Lampung ini diikuti oleh 4.500 peserta dari 15 kabupaten dan kota se Provinsi Lampung.

Sabtu, 18 Desember 2016 adalah awal dari kegiatan Raimuna Daerah V Lampung. Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya bersama 15 teman lainnya dapat mewakili Kwaran Negara Batin (Kabupaten Way Kanan) untuk mengikuti kegiatan 5 tahunan ini.

Sabtu pagi, tepat pukul 05.00, saya dan teman-teman berkumpul untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan kami bawa. Jam 06.00 kami berangkat dari Desa Purwa Agung, mengingat jarak kami yang terlalu jauh untuk dapat sampai ke lokasi perkemahan. Mengingat keterbatasan dana yang ada, kami harus berangkat dengan mengendarai bus umum. Bagi kami apapun keadaannya tak masalah, dapat sampai ke lokasi Raimuna Daerah menjadi kebahagiaan tiada terkira bagi kami.

Raimuna Daerah V Lampung

Kami memang terpaksa harus berangkat tidak bersama kontingen dari Kwarcab Way Kanan. Hal ini dikarenakan lokasi kami yang paling jauh.

Tepat jam 14.00 kami sampai di Bupercab. Setibanya di lokasi kami tidak langsung mendirikan tenda. Kami makan siang bersama-bersama sembari menghilangkan kepenatan selama perjalanan yang menempuh waktu kurang lebih 8 jam. Apalagi jalan yang harus kami lalui cukup rusak parah, berlubang, dan becek di sana sini.

Setelah makan siang kami bersenda gurau sembari menunggu rombongan dari kontingen Waykanan. Namun karena rombongan tak kunjung datang akhirnya kami memutuskan berangkat terlebih dahulu ke bumi perkemahan putri yang terletak di Gedung Graha, berjarak kurang lebih 2-4 km dari Bumpercab.

Disana kami bertemu dengan rombongan dari Kwaran Kec. Negri Besar yang kebetulan lokasi tendanya satu kompleks dengan kami. Tenda kontingen Way Kanan memang dibagi dalam 4 kempleks yang berbeda, masing-masing mewakili Way Kanan di setiap kelurahan. Kebetulan kami dari kwaran Negara Batin bersama kwaran Negri Besar, Banjit, dan Pakuan Ratu menjadi perwakilan Way Kanan di kelurahan 4.

Kami dan kwaran Negri Besar memutuskan untuk langsung mendirikan tenda lebih. Apalagi mengingat cuaca yang saat itu tidak mendukung. Ditemani dengan rintik hujan kami mendirikan tenda.

Namun ternyata kami mendirikan tenda di lokasi yang salah. Lokasi tersebut ternyata untuk peserta di kelurahan 3, padahal kami adalah peserta di kelurahan 4.

Bayangkan saja, kami telah susah payah mendirikan tenda sambil menahan dingin ternyata kami salah lokasi dan harus kembali membongkar tenda karena keteledoran kami. Alhasil kami pun membongkar tenda dan mendirikannya kembali di lokasi yang baru. Hingga pukul 19.00, pendirian tenda kami selesai. Sekitar jam 19.30 rombongan dari Pakuan Ratu tiba, kebetulan pembina kami juga pembina mereka jadi kami bisa dengan cepat untuk menjadi lebih akrab. Kami membantu mereka mendirikan tenda hingga jam 21.00, tak ada kata lelah bagi kami dan tak ada rasa individualisme dalam diri kami ketika seseorang membutuhkan bantuan kami. Malam minggu kami habiskan dengan suka ria disana.

Keesokan harinya belum ada kegiatan sama sekali, masih menunggu peserta lainnya yang belum juga datang. Kami datang pada hari Sabtu dan ternyata acara pembukaan baru dilaksanakan pada hari Selasa. Awalnya kami merasa bosan, kami ingin pulang, tapi begitu acara demi acara dimulai kami merasa kami ingin lebih lama disini.

Malam Selasa (Senin 20 Desember 2016), pukul 20.00 diadakan acara Welcome Party. 4.500 peserta dari segala penjuru lampung berkumpul disini, berpartisipasi untuk suksesnya acara ini. Saat ini kami dari kontingen Waykanan di kelurahan 3 dan 4 terpisah dengan yang lainya. Meski demikian, ternyata cukup mudah mencari anggota kontingen kami lainnya. Kami memiliki cara terendiri jika bertemu dengan anggota lain. Kami cukup mengangkat tangan sembari membentuk huruf ‘’W’’ dan berteriak "Wayka", maka rombongan kami yang lainnya akan membalas dengan melakukan hal serupa.

Acara Welcome Party ternyata penuh surprise. Semula kami menganggap acara ini hanya dimeriahkan oleh peserta Raida saja. Tetapi ternyata Welcome Party malam itu dihadiri juga oleh Kangen Band, Jendral Band, LO Band dan The Potters. Para peserta Raimuna Daerah V Lampung pun tidak mau kalah, masing-masing kontingen menyanyikan yel-yel masing-masing sehingga suasana semakin meriah. Acara Welcome Party berlangsung hingga pukul 22.00.

Keesokan harinya, Selasa 21 Desember 2016, diselenggarakan upacara pembukaan. Raimuna Daerah V Lampung secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah, Kak M. Ridho Ficardo dan Ketua Kwarda Lampung Kak Idrus Effendi. Selain acara Pembukaan juga dilaksanakan pembagian penghargaan kepada peserta Jambore Antar Bangsa dan Jambore Asean di Malaysia, pentas Saka Dirgantara, dan Lingkar Nusantara VI di Kalimantan. Pun penampilan dari kontingen Lampung Utara yang menyuguhkan atraksi "Joget Komando".

Setelah pembukaan kami kembali ke tenda, mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya. Ada banyak kegiatan selama kami disini, tetapi kami di setiap tenda mendapatkan jadwal yang berbeda. Karena saat itu saya adalah ketua Umpi, maka kegiatan saya sama dengan ketua umpi lainnya di kelurahan 4. Selama disana saya mendapat banyak pengalaman, dari materi tertib lalu lintas, kesehatan lingkungan, komunikasi radio bahkan kegiatan subcamp. Hampir setiap malam ketua umpi berkumpul, berbagi pikiran dan pendapat untuk kekompakan kelurahan kami.

Bagi saya yang paling berkesan adalah ketika saya dan 450 ketua umpi dari bumper putra dan putri berangkat mengikuti kegiatan subcamp. Raimuna Daerah V Kwarda Lampung memiliki dua lokasi subcamp, yaitu di Lanal TNI AL dan Lanal TNI AD. Kebetulan para ketua Umpi mengikuti subcamp di Lanal AL.

Raimuna Daerah V Lampung

Saat itu Rabu, 22 Desember 2016. Tepat pukul 16.00 kami berangkat menuju pantai Klara di Kwarcab Pesawaran dengan menaiki 8 bus. Sorak sorai kami terdengar begitu menggembirakan, menghabiskan waktu dalam perjalanan selama kurang lebih 2 jam. Sesampainya kami di sana semilir angin laut menyambut kami. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok berisi 45-50 peserta. Saat masuk dalam kelompok Barunang. Selepas pembagian kelompok, dilakukan upacara pembukaan subcamp. Yang membuat kami terkejut yaitu suara bom disudut-sudut lapangan yang ikut memeriahkan pembukaan.

Malamnya kami berkumpul di pinggir pantai untuk mengikuti kegiatan apresiasi film. Kami disuguhkan film tentang Saka Bahari. Pukul 22.00, kegiatan apresiasi film berakhir dan kami bergegas untuk istirahat.

Keesokan harinya kami bangun jam 04.00, melakukan bersih diri dan solat subuh. Setelah itu kami melakukan senam pagi, bersih-bersih area pantai dan melakukan santap pagi.  Baru kali ini rasanya santap pagi dipinggir pantai dengan ratusan orang asing tanpa seorang kerabatpun. Ada 3 jenis kegiatan yang kami ikuti hari itu di markas TNI AL. Kami diajari cara menyelam, kemudian melakukan permainan besar, dan setelah itu kami mendaki gunung. Yang paling berkesan selama subcamp itu saat kami harus makan siang di bawah terik matahari, tertib, disiplin dan penuh tata krama. Lebih parah lagi selama dua hari satu malam kami tidak mandi sama sekali.

Kamis sore menunggu bus datang, ada rombongan baru yang juga datang saat itu. Diperjalanan pulang kami habiskan dengan canda tawa. Jam 18.30 kami sampai di bumi perkemahan di Gedung Graha dan kamipun menuju tenda kami masih-masing. Setelah kami beristirahat, makan dan mandi, kami kembali mengikuti kegiatan pentas seni dan apresiasi film. Sungguh lelah bagi kami tidak terasa sama sekali. Ada juga kegiatan yang diisi oleh sutradara film Hasduk Berpola, anggota dari MOPI Lampung, serta UNICEF Indonesia.

Jum’at 23 Desember, saya mendapatkan bagian korve, lumayan untuk sekedar istirahat hilangkan lelah. Saya korve dari pagi hingga giat sore. Kebetulan 2 teman perempuan dan 2 teman laki-laki saya kegiatan nyeruit (sambel khas lampung), mereka sibuk membuat sambel dan menyediakan lalapan, pembina kami juga datang saat itu. Kami habiskan waktu bercanda hingga siang hari.

Raimuna Daerah V Lampung

Setelah sholat Jum’at ada pembagian susu untuk masing-masing peserta, lucunya kami datang ke kecamatan sambil membawa teko tetapi ternyata yang kami dapatkan hanya segelas susu. Soren dilaksanakan kegiatan karnaval budaya, menambah wawasan budaya lampung dari setiap kabupaten di provinsi Lampung. Sungguh indahnya perbedaan. Malam harinya acara penutupan, ada beberapa artis lokal yang memeriahkan, hingga larut malam kami ikuti kegiatan, padahal esok hari kami harus menempuh 8 jam perjalanan menuju rumah kami.

Keesokkannya kami berkemas-kemas, berat rasanya untuk meninggalkan tempat ini, arena Raimuna Daerah Lampung 2016. Sayonara bumi perkemahan. Sungguh ini pengalaman luar biasa bagi kami. Takkan pernah hilang dari ingatan kami.

Baca Juga:




Biodata Penulis
Penulis adalah Diffen Ayu Prameswari adalah Pramuka Penegak di SMAN 1 Negara Batin, Kabupaten Way Kanan. Facebook : Diffen Ayu Prameswari.

Ingin berbagi pengalaman bersama pramuka seperti Diffen Ayu Prameswari yang bercerita tentang "Raimuna Daerah V Lampung" di atas? Tulis dan kirimkan ceritamu ke redaksi Blog Pramukaria. Setiap pengalaman yang terpilih untuk dimuat, akan memperoleh pulsa seluler sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Baca ketentuannya di halaman : Pengalamanku Bersama Pramuka.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon